RoMeO (Moderator)
Moderator
Pesan: 43
|
|
Film The Last Temptation of Christ 1 Tahun, 7 Bulan yang lalu
|
Karma: 0
|
Syalom,
Saya baru saja menonton film The Last Temptation Of Christ dan mempunyai pengalaman sendiri ketika menyaksikan film ini.
Memang, film ini HARUS dinonton sampai habis baru pesannya bisa didapat.
Awalnya saya nonton, dan mulai berpikir bahwa film ini sesat dengan adanya beberapa bagian yang sedikit vulgar.
Menurut saya bagian yang vulgar itu hanya untuk menyampaikan pesan bahwa Yesus pun mendapat godaan dalam hal sex tetapi Dia bisa melawannya dan menang dan tidak berbuat dosa walaupun dalam 1 ruangan dan berdua (ayo coba kalo kita berdua dengan pacar di 1 ruangan,, hayooo)
Ada juga beberapa pernyataan dari Yesus dalam film ini seperti: "Aku seorang penipu, aku seorang munafik, aku takut akan segala sesuatu ... Lucifer ada di dalam diriku."
Ini semua betul-betul mencerminkan sisi kemanusiaanNya dan diucapkan ketika Dia belum betul-betul yakin akan panggilan Bapa yaitu salib. Dia telah melepaskan segala ke-ilahiannya sehingga sangat masuk akal jika Dia tidak mengetahui bahwa Dia sebenarnya tidak berdosa sehingga berpikir bahwa Dia pun berdosa sama seperti manusia lain.
Saya memutuskan untuk melanjutkan menonton dan mulai berpikir positif dengan jalan ceritanya sampai Yesus disalib. Tapi ketika ada "malaikat penolong" yang menurunkan Yesus dari salib, menjadikan saya berpikir kembali bahwa film ini sesat, tapi untunglah saya memutuskan untuk tetap melihat sampai akhir.
Menyaksikan Yesus menikah dan memiliki anak (tentu sangat menantang iman kita), bahkan Yesus sempat berdebat dengan Rasul Paulus, tetapi satu kata dari Rasul Paulus, "Saya tidak peduli walaupun kamu mengaku bahwa kamu adalah Yesus yang turun dari salib, yang terpenting adalah saya sedang memberitakan kematian dan kebangkitan Yesus sang Juruselamat dunia"
Memang benar, kita perlu menyaksikan film ini sampai akhir agar pesannya didapat.
Karena ternyata, pernikahan Yesus dengan Magdalena dalam film tersebut dan kehidupan Yesus yang sangat bertentangan dengan Alkitab hanyalah sebuah lamunan, renungan dan pergumulan Yesus ketika SEDANG DISALIB, bukan kejadian betulan tapi sebuah renungan bagaimana seandainya Dia memilih turun dari salib.
Jadi ketika Dia berada disalib, Diapun bergumul dengan tawaran iblis yang menyamar sebagai "malaikat penolong" dan memberikan Yesus pilihan kesenangan dunia.
Tapi puji Tuhan karena ternyata Yesus tidak memilih kesenangan dunia yang ditawarkan iblis dengan turun dari salib, tapi dia memutuskan untuk tetap disalib dan setelah pergumulan itu, Yesus pun berkata "Sudah selesai"
Memang dibutukan kedewasaan dan iman yang teguh ketika kita menyaksikan film ini. Jadi menurut saya, orang-orang yang mengatakan film ini sesat adalah karena mereka belum dewasa dalam hal rohani dan tidak memiliki iman yang teguh.
Karena jika kita memiliki iman yang teguh, maka film atau kejadian apapun tidak akan bisa
mempengaruhi kepercayaan kita bahwa Yesus telah mati dan bangkit untuk menebus dosa-dosa kita.
Dalam beberapa khotbah, dikatakan Yesus datang ke dunia ini sebagai manusia. Tapi dalam film-film tentang Yesus, sangat sedikit sekali memperlihatkan sisi kemanusiaan Yesus (Yang seharusnya sama seperti yang kita hadapi sebagai manusia) sehingga tidak bisa membuktikan bahwa Yesus adalah manusia biasa juga.
Film ini sangat bagus, karena mengangkat sisi manusia dari Yesus, anak Allah yang meninggalkan segala keilahianNya dan menjadi manusia biasa sama seperti kita sehingga Diapun menghadapi pergumulan yang sama dengan yang kita hadapi.
Pesan saya, sebelum menonton, berdoalah dan BERPIKIRLAH POSITIF sehingga kita menemukan hal-hal yang positif tentang kehidupanNya ketika di dunia melalui film ini. Jika kita sudah berpikir negatif, maka percayalah hanya hal-hal negatif yang akan kita dapatkan.
Seorang pemimpin sebaiknya tidak menutup mata atas film ini dengan menolak mentah-mentah, silahkan dipelajari dan ambil hal-hal positifnya sehingga kita bisa menjadi jawaban ketika ada orang lain yang menonton film ini dan bingung.
Salam,
Romy Steven J www.romystevenj.com
Sumber lainnya dapat dibaca di forum kristen http://jawaban.com/forum/viewtopic.php?t=1631&sid=0bfc2200ed3c5e5051e9d0745332d76a
|
|
|
|
|
|
|
Edit Terakhir: 2009/02/11 20:49 Oleh romeo.
|
|
|
Administrator telah menonaktifkan akses tulis publik.
|
|
|
|
Re:Film The Last Temptation of Christ 1 Tahun, 7 Bulan yang lalu
|
Karma: 0
|
|
wah....
Udah dapet filmnya Bro?
Dapet dimana?
|
|
|
|
|
|
|
Administrator telah menonaktifkan akses tulis publik.
|
RoMeO (Moderator)
Moderator
Pesan: 43
|
|
Re:Film The Last Temptation of Christ 1 Tahun, 7 Bulan yang lalu
|
Karma: 0
|
|
Ini salah satu film yang banyak dibanned oleh beberapa negara, jadi agak sulit dapetnya padahal pesan yang disampaikan jika kita mau mencermatinya sangat bagus.
Sekarang kalo sedang perjamuan kudus di gereja, saya bisa lebih merasakan betapa hebat dan besar pengorbanan dan usaha Yesus melawan semua godaan dunia sampai Dia benar-benar ikhlas mati di salib karena Dia benar-benar mengasihi kita semua.
Cuma, ada juga yang melihat dari sisi negatifnya. makanya tergantung sama orangnya sih apakah dia positive man atau negative man.. hehe..
Saya juga tidak sengaja menemukan di kumpulan DVD kakak saya yang dari Jakarta. Ngak tau sih apa ada beredar, soalnya itu film tahun 1994 kayaknya
|
|
|
|
|
|
|
Administrator telah menonaktifkan akses tulis publik.
|
odistya (Pengguna)
Fresh Boarder
Pesan: 15
|
|
Re:Film The Last Temptation of Christ 1 Tahun, 7 Bulan yang lalu
|
Karma: 0
|
 film ini udah gue tonton n emang bagus sehhh..
melihat Yesus dari segi manusianya dimana dia juga pernah marah, takut dan kaget pokoknya semua sifat manusia yang ada pada diri manusia itu juga ada pada diri yesus namun yang pasti sifat dosa itu gak ada pada yesus dan yesus gak pernah melakukan dosa dan berbuat dosa...
kalo iman kristen kamu masih cetekkkkk ato masih jongkok lebih baek jangan nonton film ini sehhh karena bisa jadi nanti kamu salah kaprahhhh dengan menontonnya sebab banyak hal yang mungkin menurut kamu sekalian tidak layak ditayangkan..... tau gak kalo di alkitab ketika tuhan yesus mau disalib dia di permalukan diludahi, bahkan di telanjangi....mungkin di bible gak di bilang seperti itu tapi di film ini bener2 Yesus itu dipermalukan.....
tapi dilihat dari sisi positifnya adalah yesus mau menerima hal itu demi kita semua manusia agar jiwa kita selamat bossss.....Terima Kasih buat pengorbanannya.....
SO DON'T TRY TO WATCH THE MOVIE
JIKA IMAN KAMU ATO ROHANI KAMU MASIH
JONGKOK.... NANTI KAMU BISA TERSESAT..!!! 
|
|
|
|
|
|
|
Administrator telah menonaktifkan akses tulis publik.
|
Leopold (Pengguna)
Fresh Boarder
Pesan: 17
|
|
Re:Film The Last Temptation of Christ 1 Tahun, 6 Bulan yang lalu
|
Karma: 0
|
|
Saya pribadi tidak berani menghakimi bhw film A sesat dan B itu benar. Apalagi kalo sy blm nonton. tapi dari gambaran jalan cerita yg diceritakan oleh bung romy (kok kayak nama caleg ya hehehe), sy jadi bertanya2 : sebenarnya Yesus yg mana yg mau digambarkan oleh si pembuat film ini?
Sebab Yesus yg saya kenal adalah Dia yg mengatakan bhw "barangsiapa memandang wanita dan mengingininya, dia telah berzinah" (Mat 5:28), dan yang mengenal jati diriNya serta misi/panggilan Nya (Mat 3:14-17).
Nah, dalam logika iman saya, Yesus yang mengatakan "jaga kekudusan pikiran" tidak mungkin membiarkan pikiranNya dipenuhi oleh renungan2 ttg wanita ataupun sex (Mat 15:19). Di goda sudah pasti...ttp Dia tidak akan memberi ruang pada pikiranNya spy godaan itu bisa masuk. Apalagi disaat menjelang kematianNya...masihkah Dia perlu membayangkan / ber-andai2 ttg 'kemungkinan2' yg mungkin ditempuh oleh seorang pria semasa hidupnya? hal ini mengingatkan saya pada guyonan kuno di kalangan para jomblo: "Kapan lo nikah? bentar lagi kiamat!" hehehe
Bila si pembuat film hendak "memanusiakan Yesus", maka dia harus menghapus 'misi penyelamatan' dalam film ini...karena bagi saya Yesus datang untuk menjadi role model, bagaimana sebenarnya manusia sempurna itu di hadapan Allah. bukan sebaliknya--berbaur dgn pola pikir manusia pada umumnya. Bila Yesus malah menggunakan pola pikir pria pd umumnya, maka Dia tak beda dg Adam yg adlah role model manusia gagal.
So, think about that fren..
Menurutku Film ini tidak sesat, krn bukan Yesus yg ku kenal yg diceritakannya. Mgkin Yesus yg lain hehehe
|
|
|
|
|
|
|
Administrator telah menonaktifkan akses tulis publik.
|
RoMeO (Moderator)
Moderator
Pesan: 43
|
|
Re:Film The Last Temptation of Christ 1 Tahun, 6 Bulan yang lalu
|
Karma: 0
|
Memang di awal film telah ditulis bahwa film ini tidak berdasarkan alkitab, tapi dalam ceritanya ada banyak sih nilai-nilai positif dan yang baru yang bisa saya dapat dari kehidupan Yesusku ketika di dunia.
Statement Yesus ttg barangsiapa memandang wanita dan mengingininya, dia telah berzinah" (Mat 5:28) memang benar, tapi dalam film itu, tokoh Yesus bukan mengingini tetapi digoda dan Dia tidak berbuat dosa (menang atas godaan itu).
Ayat teresebut dalam Alkitab bahasa Indonesia Sehari-hari ditulis:
Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu: barangsiapa memandang seorang wanita dengan nafsu berahi, orang itu sudah berzinah dengan wanita itu di dalam hatinya.
Dalam Alkitab bahasa Inggris juga yang dimaksud adalah memandang dengan nafsu.
Jadi, menurut saya, walaupun Yesus berada diantara perempuan-perempuan, Dia tidak memandangnya dengan nafsu sehingga Dia tidak berbuat dosa
Bukankah Yesus juga dikenal dekat dengan orang-orang berdosa? Bahkan Dia sendiri bekata bahwa Dia datang untuk orang berdosa.
Perlu juga kita bedakan antara: "Yesus tidak bisa berbuat dosa" dengan "Yesus tidak berbuat dosa".
Kalau "tidak bisa berbuat dosa" artinya Yesus seperti robot dong yang sudah diprogram agar tidak bisa berbuat dosa. Jadi sebenarnya Yesus pun menghadapi PILIHAN, sama seperti pilihan-pilihan yang kita sering hadapi hanya saja Dia MEMILIH untuk TIDAK BERBUAT DOSA.
Menurut saya, Yesus (dalam kemanusiaanNya) juga menghadapi sama seperti yang kita hadapi, coba renungkan ayat berikut:
Sebab Imam Besar yang kita punya (Yesus), bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. (Ibr 4:15)
Dalam Alkitab versi BIS dan King James, dikatakan "Ia telah dicobai DALAM SEGALA HAL sama seperti kita". Menurut saya, kata "Segala hal" tidak perlu lagi dijelaskan apa artinya
Namun, saya juga tetap menghargai pandangan orang lain tentang film ini, saya hanya ingin membagi sisi positif mengenai kemanusiaan Yesus. Sehingga ketika saya menghadapi masalah saya bisa mengingat kembali bahwa Yesus pun menghadapi masalah yang sama dengan yang saya hadapi hanya saja Dia bisa menang dan tidak berbuat dosa, maka dengan demikian, saya bisa lebih termotivasi mengikuti teladanNya termasuk ketika saya menghadapi "godaan" wanita saya bisa lebih meresapi WWJD (What would Jesus do).
Satu hal yang perlu kita pahami bahwa Yesus datang ke dunia sebagai manusia biasa BUKAN sebagai manusia super.
Karena kalau Dia bukan manusia biasa seperti kita, artinya Dia tidak merasakan dong apa yang kita rasakan sebagai manusia biasa.
Nilai yang saya dapatkan dari film ini sangat banyak dan sama sekali tidak mengurangi keimanan saya kepada Dia, malah menambah. Mungkin karena Tuhan memberikan hikmat dan pewahyuan ketika saya menontonnya.
Salah satu ajaran sesat sekarang ini adalah yang pengajaran bahwa Yesus sebenarnya tidak mati disalib tetapi digantikan oleh Yudas, kemudian Yesus menikah dan mempunyai anak sampai Dia mati sebagai manusia biasa.
Nah, sebenarnya secara tidak langsung film ini MEMBANTAH ajaran tersebut dengan mengilustrasikan bahwa ajaran itu hanya sebatas tawaran iblis ketika Yesus sedang disalib, dan sebagai manusia biasa, Dia diperhadapkan dengan pilihan turun dari salib atau tetap mati disalib, dan puji Tuhan karena dalam film ini Yesus tetap memilih untuk mati disalib. Jadi intinya film ini menurut saya tidaklah sesat
Terlepas dari kontroversi film ini, sekali lagi saya tidak merekomendasikan kita menonton dengan pikiran yang negatif, dan jika kita berprinsip bahwa Yesus bukan manusia biasa (manusia super) maka, ngak usah nonton deh, soalnya film ini lebih membahas sisi kemanusiaan Yesus.
Melalui film ini juga, saya bisa lebih meresapi penderitaanNya. Bahwa penderitaanNya bukan hanya ketika di salib, dipaku, dimahkotai duri, dll. Akan tetapi Dia pun menderita menghadapi beratnya kehidupan sebagai manusia sama seperti kita.
Kesimpulan saya, mari kita renungkan dan bandingkan antara film-film tentang Yesus (yang tidak menggambarkan sisi kemanusiaan Yesus) dengan apa yang tertulis di Yesaya 53
53:1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
53:2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
53:12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
Tulisan berwarna merah menggambarkan bahwa Yesus diberikan pilihan.
|
|
|
|
|
|
|
Edit Terakhir: 2009/02/10 21:22 Oleh romeo.
|
|
|
Administrator telah menonaktifkan akses tulis publik.
|
Anty (Pengguna)
Fresh Boarder
Pesan: 13
|
|
Re:Film The Last Temptation of Christ 1 Tahun, 6 Bulan yang lalu
|
Karma: 0
|
ya kebetulan saya juga sudah nonton film ini,menurut saya sih segala sesuatu itu baik dan tidak baik sebelum masuk kedalam pikiran kita harus kita saring dulu dengan Firman Tuhan , yang mana harus kita terima dan mana yang harus dibuang , so jangan dibikin susah sebenarnya agak sedikit membingungkan sih pada awalnya saya juga nonton film ini rada bingung juga tapi setelah selesai nonton banyak hal positif yang saya dapat pelajari,dan juga ada hal negatif yang saya lihat. akhirnya saya menyadari kalo film ini dapat dinonton oleh orang-orang yang KENAL betul siapa itu Yesus , sehingga tidak bingung nantinya
saya punya teman yang waktu kami nonton film ini bersama-sama dan ada adegan yang negatif menurut saya untuk dilihat , saat itu dia mengambil tindakan untuk pergi dan tidak menonton film itu sampai selesai , alhasil sampai sekarang yang dia tau tentang film itu hanya negatifnya saja. ya saya tidak menghakimi temanku itu tapi saya banyak belajar , saat kita diperhadapkan dengan kenyataan hidup terkadang sebagai anak Tuhan yang mengerti prinsip-prinsip kerajaan Allah ada begitu banyak alasan yang dapat membuat kita melakukan hal-hal ekstrim dengan landasan PENGETAHUAN KITA AKAN FIRMAN TUHAN ,
namun Tuhan mengajarkan saya di 1 Korintus 13
13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
jadi setelah membaca Firman Tuhan ini saya sadar bahwa pengetahuan,nubuatan bahkan iman kita sempurna pun tapi jika kita lakukan bukan karena KASIH tapi kebencian maka firman Tuhan sendiri menulis semuanya TIDAK BERGUNA jadi sebelum mengambil keputusan atau tindakan-tindakan yang menurut anda benar dan mulai merasa bangga dengan memegahkan diri karena pengetahuan akan Firman Tuhan dan Iman yang sempurna
Koreksi kembali apakah ada KASIH itu dihati kita,apakah motivasi kita murni dalam melakukan kebenaran-kebenaran yang Tuhan ajarkan ???
|
|
|
|
|
|
|
Administrator telah menonaktifkan akses tulis publik.
|
Leopold (Pengguna)
Fresh Boarder
Pesan: 17
|
|
Re:Film The Last Comment on the Movie 1 Tahun, 6 Bulan yang lalu
|
Karma: 0
|
Glad to hear that u folks can hold on and stand still on ur faith
Alasan mengapa sy tdk melihat Yesus yg sy kenal dlm film ini:
1. Yang sy tangkap dr cerita awal, bhw tokoh dlm film ini 'terperangkap' dlm kesukaan berangan2 sama seperti saya dan pria2 lain. Pdhal dia sdh 'hampir mencapai garis finish'. Artinya tokoh ini bener2 manusia biasa yg tidak mampu menghadapi godaan dan mengendalikan pikirannya sehingga bisa berfantasi sejauh itu di detik2 menjelang ajalnya. Sementara Yesus yg saya kenal sdh dicobai iblis sejak semula dan menang (mat 4:1-11). Sehingga setelah itu Dia lah yang mengobrak-abrik kerajaan iblis2 selama masa pelayananNya. Apa yg iblis lakukan selama Yesus melayani?? tentu saja mencari wkt yg baik utk menggagalkan misiNya (Luk 4:13) Namun sayangnya seluruh strategi iblis telah terbaca oleh Yesus (Yoh 13:2)dan Dia mengatisipasinya dg berdoa (Lukas 22:39) supya hatiNya terjaga. Saya yakin, karena Dia memerintahkan murid2 utk berdoa dan berjaga, maka Dia sndiri pasti juga sdh berdoa dan berjaga. Dan orang yg berdoa dan berjaga tentunya sgt fokus dan tidak akan membiarkan dirinya 'terlena' oleh hal2 yg tak berguna.
2. Pemahaman "menang atas godaan" bukan ketika Yesus sdh berada dlm situasi yang menggoda, melainkan ketika Dia menolak masuk dalam perangkap godaan itu. Iblis memberi iming2 yg luar biasa di akhir puasa 40 hariNya. Dan Dia berhasil menang karena DIa sdh berhasil menolak mencicipi godaan itu dari awal...bukan ketika Dia sdh berada dlm godaan itu. Analoginya, si A itu menang dari godaan sex ketika dia berhasil menolak ajakan masuk ke kawasan Red Districk Area, bukan ketika dia sdh ditempat tdr ttp menolak melakukan hub sex. Kalo dia sdh di tempat tidur, itu namanya sdh jatuh, walaupun blm ada kontak fisik. Kalo dah bgt dia itu bukan menang, ttp sadar/ insaf dari dosanya...dan dia butuh pemulihan. Bila Yesus sampai bisa berfantasi spt itu, artinya dia sdh jatuh...tidak layak lg dikorbankan sbg domba yg tak bercacat.
3. Benar bgt bhw Yesus dekat dg wong yg terpinggirkan, termasuk org berdosa. Ttp bukan berarti Dia berkompromi dg pola pikir org2 yg dilayaniNya. Dia merubah cara berpikir mereka ttg Kerajaan Allah. Dekat dg orang berdosa disini berarti Dia membuka diri thd siapapun yg datang padaNya...termasuk org Farisi dan Saduki, tukang cukai, orang kusta, pelacur, dll. Namun perhatikan bahwa Dia tidak berubah! yang berubah adalah mereka yg datang padaNya. Bukan sebaliknya. Jadi kalo tokoh dalam film ini malah membiarkan dirinya berfantasi ria ala manusia pada umumnya...maka ini adalah org biasa yg tidak mungkin mengemban misi penyelamatan...krn dia sendiri tidak mampu 'menyelamatkan/ menguduskan' pikirannya. Dan dia jelas bukan Yesus--org yg selalu fokus dan berjaga2 (termasuk menjaga pikiran).
Setuju bgt bhw kalo pria memandang wanita tanpa nafsu berarti dia ga berzinah. Makanya, sy berani bilang tokoh film ini bukan Yesus krn dia telah memandang Maria Magdalena dengan nafsu, hingga bisa tergoda membayangkan Maria Magdalena dlm masa sekaratnya...hehehe
Saya pun bgt kalo dah tergiur dg seseorang, biasanya terbawa sampe berfantasi segala.
Buat Anty, saya rasa tindakan temanmu yg keluar ruangan saat ada adegan sex adalah sama dg tindakan Yusuf yg lari dari godaan istri Potifar. Lebih baik lari dari si penggoda dari pada berdiri di depannya sambil berteriak2 "Tuhan teguhkan iman saya."
Sorry teman2 kalo setelah ini saya tdk akan berkomentar lagi. Its all yours to choose.
|
|
|
|
|
|
|
Administrator telah menonaktifkan akses tulis publik.
|
RoMeO (Moderator)
Moderator
Pesan: 43
|
|
Re:Film The Last Comment on the Movie 1 Tahun, 6 Bulan yang lalu
|
Karma: 0
|
Hmm, untuk memahami sisi kemanusiaan Yesus memang sulit dan saya pun sangat menghargai pendapat kak Leo juga keputusan teman kami yang meninggalkan tempat.
Kontroversi mengenai sisi kemanusiaan Yesus juga sangat sengit bahkan dilingkungan gereja. Ada yang berpendapat bahwa Yesus adalah 100% Allah dan 100% manusia. Tapi pada kenyataannya hanya sisi keAllahannya yang diperlihatkan, sehingga menjadi pertanyaan, di mana sisi kemanusiaanNya jika Dia 100% manusia juga? Ini menjadi celah buat para pengajar sesat untuk mempertanyakan status Yesus yang sebenarnya ketika Dia datang ke dunia.
Sekedar info, seperti yang saya terima di email, umat kristiani siap-siap saja menunggu peluncuran film berjudul "The Messiah" yang menceritakan bahwa Yesus sebenarnya tidak mati, tetapi yudaslah yang menggantikanNya di salib. Film ini diangkat oleh saudara seberang kita.
Mengapa? Karena umat kristiani sendiri belum bisa menjadi jawaban pasti mengenai Yesus. Dikatakan Yesus manusia, tetapi sama sekali tidak memperlihatkan sisi sebagai seorang manusia.
Coba, apa yang menjadi jawaban kita ketika seorang anak muda (yang masih labil) bertanya pada Anda: Yesus pernah berpikir untuk menikah atau tidak?
Jika Anda menjawab tidak maka anak muda tersebut akan berpikir bahwa Yesus bukanlah manusia biasa bahkan bisa berkembang ke hal negatif (Seperti salah satu film yang juga beredar bahwa Yesus pacaran dengan Yohanes karena tidak suka sama wanita).
Jadi menurut saya, Yesus dalam posisinya sebagai manusia juga punya pikiran sebagai manusia (pria) normal, hanya saja Dia MEMUTUSKAN untuk tidak terlena dan tetap berjuang untuk misiNya mati di salib demi menebus dosa kita semua.
Saya sangat yakin bahwa iblis tidak behenti menggoda Yesus hanya sampai percobaan di padang gurun saja, tapi demi membatalkan misi penyelamatan Yesus, iblis berusaha dengan gigih setiap hari dalam kehidupan sehari-hari Yesus termasuk menyerang pikiran Yesus. Tapi sekali lagi, Yesus MEMUTUSKAN untuk TIDAK BERBUAT DOSA dengan mengikuti keinginan/godaan iblis.
Bedakan kalimat:
1) "Kehidupan sehari-hari Yesus (termasuk pikirannya) tidak seperti kita (manusia)"
dengan kalimat:
2) "Kehidupam sehari-hari Yesus (termasuk pikirannya) sama seperti kita (manusia) hanya DIA MEMUTUSKAN untuk TIDAK BERBUAT DOSA"
Menurut saya, kalimat ke-2 lebih memiliki power dan lebih mencerminkan sosok yang sangat mungkin diteladani/diikuti oleh manusia karena kitapun sebenarnya diperhadapkan dengan KEPUTUSAN. Sebaliknya, kalimat 1 mencerminkan sosok yang sangat sulit untuk diikuti.
Ya, akhir kata, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas partisipasi serta tanggapan-tanggapan teman-teman di topik ini.
Pesan saya, jauhkan diri kita dari sikap menghakimi satu dengan yang lainnya. Sikap saling menghargai pendapat satu dengan yang lainnya WAJIB dijunjung tinggi
Topik ini dibuat bukan untuk menciptakan hal-hal negatif maupun perpecahan tetapi sebagai bahan pembelajaran ketika kita menghadapi pertanyaan-pertanyaan dunia tentang Yesus kita yang luar biasa 
|
|
|
|
|
|
|
Administrator telah menonaktifkan akses tulis publik.
|
RoMeO (Moderator)
Moderator
Pesan: 43
|
|
Re:Film The Last Comment on the Movie 1 Tahun, 6 Bulan yang lalu
|
Karma: 0
|
Karena topik ini saya yang buat, maka saya merasa perlu meluruskan beberapa hal, mengingat kak Leo belum menonton film ini.
Leopold menuliskan:
QUOTE:
1. Yang sy tangkap dr cerita awal, bhw tokoh dlm film ini 'terperangkap' dlm kesukaan berangan2 sama seperti saya dan pria2 lain. Pdhal dia sdh 'hampir mencapai garis finish'. Artinya tokoh ini bener2 manusia biasa yg tidak mampu menghadapi godaan dan mengendalikan pikirannya sehingga bisa berfantasi sejauh itu di detik2 menjelang ajalnya. Sementara Yesus yg saya kenal sdh dicobai iblis sejak semula dan menang (mat 4:1-11). Sehingga setelah itu Dia lah yang mengobrak-abrik kerajaan iblis2 selama masa pelayananNya. Apa yg iblis lakukan selama Yesus melayani?? tentu saja mencari wkt yg baik utk menggagalkan misiNya (Luk 4:13) Namun sayangnya seluruh strategi iblis telah terbaca oleh Yesus (Yoh 13:2)dan Dia mengatisipasinya dg berdoa (Lukas 22:39) supya hatiNya terjaga. Saya yakin, karena Dia memerintahkan murid2 utk berdoa dan berjaga, maka Dia sndiri pasti juga sdh berdoa dan berjaga. Dan orang yg berdoa dan berjaga tentunya sgt fokus dan tidak akan membiarkan dirinya 'terlena' oleh hal2 yg tak berguna.
Ketika di salib, saya sebut saja "tokoh Yesus" (agar tidak terjadi presepsi yang disalah artikan) tidak sedang berfantasi, tetapi sedang diperlihatkan oleh iblis tawaran jika Dia mau turun dari salib. Dalam percobaan di padang gurun, Yesuspun diperlihatkan gambaran (secara visual) dan itu terjadi di dalam pikiran.
Leopold menuliskan:
QUOTE:
2. Pemahaman "menang atas godaan" bukan ketika Yesus sdh berada dlm situasi yang menggoda, melainkan ketika Dia menolak masuk dalam perangkap godaan itu. Iblis memberi iming2 yg luar biasa di akhir puasa 40 hariNya. Dan Dia berhasil menang karena DIa sdh berhasil menolak mencicipi godaan itu dari awal...bukan ketika Dia sdh berada dlm godaan itu. Analoginya, si A itu menang dari godaan sex ketika dia berhasil menolak ajakan masuk ke kawasan Red Districk Area, bukan ketika dia sdh ditempat tdr ttp menolak melakukan hub sex. Kalo dia sdh di tempat tidur, itu namanya sdh jatuh, walaupun blm ada kontak fisik. Kalo dah bgt dia itu bukan menang, ttp sadar/ insaf dari dosanya...dan dia butuh pemulihan. Bila Yesus sampai bisa berfantasi spt itu, artinya dia sdh jatuh...tidak layak lg dikorbankan sbg domba yg tak bercacat.
Seseorang bisa dikatakan menang hanya jika orang tersebut masuk (terlibat) dalam pertandingan, jika seorang atlit menolak bertanding maka dia tidak akan pernah menang.
Sama halnya dengan menang atas godaan, artinya kita masuk kedalam godaan itu tapi menang.
Cobaan itu seperti padang gurun, harus dilalui baru bisa dikatakan menang (bukannya dengan menolak untuk melalui padang gurun tersebut)
Kemudian, melalui cobaan, bukan berarti mencicipi cobaan tersebut.
Perlu diketahui juga bahwa "tokoh Yesus" masuk ke rumah pelacuran, bukan untuk melakukan hal negatif (seperti apa yang mungkin terlintas dipikiran kita) tetapi hanya untuk berbicara dengan Maria.
Menurut saya, melihat wanita telanjang di depan mata kita (tanpa disengaja) bukanlah dosa. Tetapi ketika kita mulai mengimajinasikan/berfantasi ttg hal-hal negatif, barulah kita berdosa.
Saya yakin, ketika tante Potifar menggoda Yusuf, tante Potifar sudah bugil dan Yusuf melihatnya, namun tindakan dan sikap Yusuf benar di mata Allah karena dia meninggalkan tante Po. Hal yang sama juga dilakukan "tokoh Yesus", ketika Maria mulai menggodanya, dia meninggalkan Maria.
Jadi nilai yang saya secara pribadi dapatkan dari bagian ini adalah, bukan masalah benar atau salah ketika kita melihat hal negatif di depan kita, akan tetapi bagaimana RESPON dan sikap kita.
Leopold menuliskan:
QUOTE:
3. Benar bgt bhw Yesus dekat dg wong yg terpinggirkan, termasuk org berdosa. Ttp bukan berarti Dia berkompromi dg pola pikir org2 yg dilayaniNya. Dia merubah cara berpikir mereka ttg Kerajaan Allah. Dekat dg orang berdosa disini berarti Dia membuka diri thd siapapun yg datang padaNya...termasuk org Farisi dan Saduki, tukang cukai, orang kusta, pelacur, dll. Namun perhatikan bahwa Dia tidak berubah! yang berubah adalah mereka yg datang padaNya. Bukan sebaliknya. Jadi kalo tokoh dalam film ini malah membiarkan dirinya berfantasi ria ala manusia pada umumnya...maka ini adalah org biasa yg tidak mungkin mengemban misi penyelamatan...krn dia sendiri tidak mampu 'menyelamatkan/ menguduskan' pikirannya. Dan dia jelas bukan Yesus--org yg selalu fokus dan berjaga2 (termasuk menjaga pikiran).
Setuju bgt bhw kalo pria memandang wanita tanpa nafsu berarti dia ga berzinah. Makanya, sy berani bilang tokoh film ini bukan Yesus krn dia telah memandang Maria Magdalena dengan nafsu, hingga bisa tergoda membayangkan Maria Magdalena dlm masa sekaratnya...hehehe
Saya pun bgt kalo dah tergiur dg seseorang, biasanya terbawa sampe berfantasi segala.
Sekali lagi saya luruskan, "tokoh Yesus" dalam film ini tidak sedang berkompromi dengan dosa ataupun berfantasi, tapi sedang menghadapi cobaan dan pergumulan yang sama seperti apa yang kita hadapi, sehingga Dia bisa menjadi jawaban, karena Dia telah melaluinya dan menang.
Dan perlu digarisbawahi bahwa bagian yang negatif dari keseluruhan film ini, hanya 5% tetapi sangat dibesar-besarkan. Prinsip saya, saya akan membuang 5% hal negatif dan menerima 95% hal positif, dibandingkan jika saya membuang 100% termasuk 95% hal positif
Dari sinilah kita melihat perbedaan besar antara manusia biasa kita dengan manusia biasa Yesus. Kita sering kalah ketika melihat wanita sampai-sampai bisa jatuh dalam dosa, tetapi Dia malah menang ketika melihat wanita dan TIDAK BERBUAT DOSA.
Jadi cobaannya sama, tapi RESPON dan KEPUTUSAN yang diambil beda.
Leopold menuliskan:
QUOTE:
Buat Anty, saya rasa tindakan temanmu yg keluar ruangan saat ada adegan sex adalah sama dg tindakan Yusuf yg lari dari godaan istri Potifar. Lebih baik lari dari si penggoda dari pada berdiri di depannya sambil berteriak2 "Tuhan teguhkan iman saya."
Sorry teman2 kalo setelah ini saya tdk akan berkomentar lagi. Its all yours to choose.
Yah, doa saya semoga dia benar-benar bisa menjadi seperti Yusuf. Karena semuanya kembali ke pikiran dan hati kita masing-masing. Ada orang yang melihat patung telanjang saja sudah protes besar-besaran... Hehe, artinya pikirannya memang sudah begitu
Biarlah Tuhan yang menilai semuanya. Saya hanya mencoba membagikan hal-hal positif yang saya peroleh tapi setiap orang (pembaca) tetap mempunyai hak asasi untuk menolak 
|
|
|
|
|
|
|
Edit Terakhir: 2009/02/11 22:28 Oleh romeo.
|
|
|
Administrator telah menonaktifkan akses tulis publik.
|
|